Sabtu, 10 Maret 2012

Badai matahari

Badai matahari Maret 2012Badai matahari yang menghantam Bumi Kamis 8 Maret kemarin merupakan badai terkuat dalam lima tahun terakhir. Badai ini mempercepat pengiriman partikel bermuatan  panas hingga 600 mil per detik.


Lidah api yang disebut 'X class' merupakan lidah paling kuat membombardir bumi dengan medan magnetik. Kekhawatiran sempat mencuat bahwa badai matahari ini akan mengganggu jaringan listrik,  navigasi satelit, dan rute pesawat. Namun, sejauh ini tidak ada insiden besar yang dilaporkan seperti dikutip dari Dailymail. 


Badai matahari merupakan siklus 11 tahunan dan memiliki kekuatan 10 kali lipat dibanding 'angin matahari' biasa. Badai ini diperkirakan berakhir Jumat pagi 9 Maret 2012 dengan beberapa sisa lemparan partikel bermuatan ke arah bumi.
Badai matahari Maret 2012



Badai matahari mencapai puncaknya di Amerika Utara dengan penampakan aurora atau Cahaya Utara. "Aurora ini mungkin jadi semacam obat saat kita mendapat 'serangan' dari letusan matahari," tambah Kunches.


Menurut fisikawan surya dari Nasa, Alex Young, badai matahari ini memberi manusia sedikit sentakan. Meski begitu, bumi harus bersiap untuk puncak aktivitas matahari ini, akhir 2013 hingga 2014.


Ada tiga cara bagaimana badai matahari dapat menggangggu teknologi buatan manusia, melalui medan magnetik, radio, emisi radiasi.

Menurut Joe Kunches, ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration, semua perusahaan listrik di dunia sudah diberitahu soal kemungkinan pemadaman daya. 

Kamis, 08 Maret 2012

Alien, kabarnya terbang dengan pesawat yang berkecepatan cahaya?

ALIENAda banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada di otak saya jika bicara tentang alien. benarkah alien itu ada, Benarkah apa yang dikabarkan dan terlalu digembor-gemborkan oleh NASA tentang alien tersebut, apakah memang benar manusia telah berperang dengan alien selama ini ( hanya negara-negara maju saja yang terlibat dalam perang ini, ini berdasarkan artikel-artikel yang saya baca lohh... katanya, Brazil memiliki angkatan udara khusus untuk menghadapi para alien yang memasuki wilayah mereka. begitupun dengan Amerika) sedangkan kita masyarakat awam hanya bisa menerima dan mendengarkan saja bahwa alien itu ada. Jika alien memang benar-benar ada, lalu mengapa terkesan disembunyikan kebenarannya.


saya pernh juga membaca artikel yang menyatakan bahwa NASA melakukan kebohongan. NASA menginformasikan kalau atmosfer  palanet Mars berwarna merah. Namun pada kenyataannya kebohongan itu terbongkar ketika gambar atmosfer planet mars yang berwarna biru tak sengaja terpublikasi oleh seorang mantan pegawai NASA. lah, kira-kira NASA berbohong gak ya tentang alien ini? hmmm


Yuk kita pikir secara logika, gak perlu pakai rumus. cukup dengan pemikiran sederhana saja.
katanya... pesawat alien terbang dengan kecepatan cahaya (kecepatan cahaya = 300 juta m/s) untuk mencapai bumi.


kita analisis tata surya kita, kita ketahui diantara orbit planet mars dan Jupiter terdapat sabuk asteroid dimana terdapat banyak asteroid disana (anggaplah disana seperti pasar dimana asteroid-asteriod adalah orang yang berada didalam pasar tersebut). kalau alien terbang dengan kecepatan cahaya hanya untuk berperang dengan manusia di bumi. Bukankah itu tidak masuk akal... bagaimana bisa para alien tersebut mengendalikan pesawatnya agar bisa selamat melalui sabuk asteroid antara orbit Planet Mars dan Jupiter tersebut, mustahil pesawat tersebut tidak menabrak asteroid atau benda-benda langit lainnya sama sekali).


ini hanya asumsi saya,,, setidaknya kita jangan terlalu mudah percaya. hehe



Indahnya Aurora


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/18/0940102620X310.jpgAurora adalah fenomena panacaran cahaya yang menyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki palanet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari. Di bumi, aurora terjadi di daerah sekira kutub utara dan kutub selatan magnetiknya. Aurora yang di kutub utara dinamakan aurora Borealis. Sedangkan aurora yang ada di kutub selatan dinamakan aurota Australis.

Yuk kita lihat keindahan dari aurora .. :D






Minggu, 04 Maret 2012

FISIKA DI BALIK KEINDAHAN BULU MERAK

Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini.
 
Para ilmuwan Cina telah menemukan mekanisme rumit dari rambut-rambut teramat kecil pada bulu merak yang menyaring dan memantulkan cahaya dengan aneka panjang gelombang. Menurut pengkajian yang dilakukan oleh fisikawan dari Universitas Fudan, Jian Zi, dan rekan-rekannya, dan diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, warna-warna cerah bulu tersebut bukanlah dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen, akan tetapi oleh struktur dua dimensi berukuran teramat kecil yang menyerupai kristal. 
 
Zi dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron yang sangat kuat untuk menyingkap penyebab utama yang memunculkan warna pada bulu merak. Mereka meneliti barbula pada merak hijau jantan (Pavo rnuticus). Barbula adalah rambut-rambut mikro yang jauh lebih kecil yang terdapat pada barb, yakni serat bulu yang tumbuh pada tulang bulu. Di bawah mikroskop, mereka menemukan desain tatanan lempeng-lempeng kecil berwarna hitam putih, sebagaimana gambar di sebelah kanan. Desain ini tersusun atas batang-batang tipis yang terbuat dari protein melanin yang terikat dengan protein lain, yakni keratin. Para peneliti mengamati bahwa bentuk dua dimensi ini, yang ratusan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia, tersusun saling bertumpukan pada rambut-rambut mikro. Melalui pengkajian optis dan penghitungan, para ilmuwan meneliti ruang yang terdapat di antara batang-batang tipis atau kristal-kristal ini, berikut dampaknya. Alhasil, terungkap bahwa ukuran dan bentuk ruang di dalam tatanan kristal tersebut menyebabkan cahaya dipantulkan dengan beragam sudut yang memiliki perbedaan sangat kecil, dan dengannya memunculkan aneka warna.
  

Menjebak Pelangi

Sebuah tim insinyur listrik dan kimiawan dari Universitas Lehigh telah membuktikan secara eksperimental efek penjebakan “pelangi”, menunjukkan kalau struktur plasmonik dapat memperlambat gelombang cahaya dalam panjang gelombang yang lebar.

Gagasan kalau sebuah pelangi dari cahaya pita lebar dapat diperlambat atau dihentikan menggunakan struktur plasmonik baru saja diramalkan dalam studi teoritis metabahan. Eksperimen Lehigh menggunakan berkas ion terfokus untuk menggiling sederetan gerat nano yang semakin dalam kedalam lembaran perak tipis. Dengan memfokuskan cahaya sepanjang struktur plasmonik ini, sederetan gerat atau nano grating ini memperlambat tiap panjang gelombang cahaya tampak, dan pada dasarnya menangkap tiap warna individual dari spektrum tampak pada berbagai titik sepanjang gerat. Penemuan ini menjanjikan perbaikan pada penyimpanan data, pemprosesan data optik, sel surya, biosensor dan teknologi lain.
Sementara istilah memperlambat cahaya atau menjebak pelangi terdengar seperti slogan iklan, penemuan cara praktis mengendalikan foton – partikel penyusun cahaya – dapat memperbaiki secara signifikan kapasitas sistem penyimpanan data dan kelajuan proses data optik.